Senin, 03 September 2012

PRIBAHASA LUCU GOKIL

Bersatu Kita Teguh, Bertiga Charlie’s Angles
Sepandai-pandainya Tupai Melompat Pasti di Sate juga
Bagai Air di Daun Talas, Kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan
Ada gula Ada ngemut.
Rajin mangkal today, so pasti sulit kaya
Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out
Ada ubi, ada talas. Ada budi, ada iwan
Uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga
Semut diseberang lautan keliatan, gajah dipelupuk mata kelilipan
Cinta ditolak, dukun beranak
Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa.
Sedikit demi sedikit lama lama bosan
Bagai kejatuhan durian runtuh… emangnya masih bisa hidup???
Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh
Bersatu kita teguh, bercerai kita masuk infotainment… maklum seleb gitu lho
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Sama2 berat mending dipaketin aja
Air susu dibalas Air Supply… nyanyi Good Bye deh
Sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro
Sate padang sebelum hujan
Buruk rupa, cermin pun disalahkan
Ringan sama dipikul, berat minta bawain
Single itu prinsip, jomblo itu nasib
Wong ompong nyaring bunyinya
Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP
Bagai Nasir sudah menjadi tukang bubur
Di mana ada kemaluan, disitu ada celana
Bagai kacang lupa atomnya
Bagai buah Simalakama, dimakan Ibu mati, Bapak kawin lagi
Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga
Ada uang ada barang, ga ada uang rampok bank
Jauh di kereta, dekat naik ojek
Air beriak tanda ada yang tenggelam
Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan.
Besar Pasal daripada Tilang
Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi
Jangan ada janda di antara kita
Tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar
Bagai telur di ujung tanduk… ga ada tempat lain?
Bagaikan Jemuran tertiup angin
Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan.
Anjing menggonggong, kucing pun berlalu.
Habis kumis, cukur dibuang.
Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti.
Tak kenal maka tak gendong… ke mana2
Karena Nila seitik, Rusak susu sebelanga. Karena susu sebelanga, rusaklah Malindardi
Air beriak tanda tak dalam. Akhirnya teriak tanda semakin dalam
Malu tertawa sesatnya di jalan
Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi
Habis Lapar Terbitlah Kenyang
Sekali menarik dayung, dua tiga hari capeknya gak hilang2
Bagai srigala berbulu tangkis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar